
Bangil – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bangil. Salah satu mahasiswi PAI, Abidatul Afiah, berhasil meraih Juara III Lomba Kaligrafi dalam rangka Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh RMI MWC NU Kencong pada minggu kedua Desember 2022 di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Jember.
Ajang tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan semarak Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama yang diikuti oleh para santri, pelajar, dan mahasiswa dari berbagai pondok pesantren serta lembaga pendidikan di wilayah Kabupaten Jember dan sekitarnya. Kompetisi kaligrafi berlangsung dalam suasana yang penuh semangat, menghadirkan karya-karya terbaik yang mencerminkan kecintaan peserta terhadap seni Islam sekaligus menjadi media dakwah melalui keindahan tulisan Al-Qur’an.
Dalam kompetisi tersebut, Abidatul Afiah mampu menunjukkan kemampuan artistik yang memadukan ketepatan kaidah penulisan kaligrafi, komposisi yang harmonis, serta nilai estetika yang tinggi. Berkat ketekunan dan kreativitasnya, ia berhasil meraih Juara III, mengungguli banyak peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Program Studi Pendidikan Agama Islam IAINU Bangil. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PAI tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi seni dan budaya Islam sebagai bagian dari karakter lulusan yang berwawasan keislaman, berjiwa kreatif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Abidatul Afiah. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan dari berbagai pihak, baik dosen maupun lingkungan kampus yang senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Kampus tidak hanya mendorong mahasiswa berprestasi di ruang perkuliahan, tetapi juga memberikan ruang seluas-luasnya untuk mengaktualisasikan diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Abidatul Afiah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa mengikuti lomba kaligrafi dalam momentum 1 Abad Nahdlatul Ulama merupakan pengalaman yang sangat berharga. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah antarsantri dan mahasiswa serta melestarikan seni kaligrafi Islam sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Program Studi PAI IAINU Bangil. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi di masa yang akan datang,” tutur Abidatul Afiah.
Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh RMI MWC NU Kencong tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi ajang pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama melalui berbagai kegiatan keagamaan, seni, dan budaya. Lomba kaligrafi menjadi salah satu media untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tulis Islam yang sarat dengan nilai spiritual, keindahan, dan ketelitian.
Prestasi yang diraih Abidatul Afiah semakin memperkuat komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam IAINU Bangil dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang sesuai dengan minat dan bakatnya. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengharumkan nama almamater di berbagai ajang kompetisi.
Seluruh sivitas akademika IAINU Bangil mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Abidatul Afiah atas prestasi yang telah diraih. Semoga capaian ini menjadi awal dari berbagai prestasi lainnya serta memberikan manfaat bagi pengembangan seni kaligrafi Islam dan kemajuan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.