
Bangil – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bangil menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Draf Awal Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa, 14 Maret 2023, bertempat di Ruang Rapat Fakultas Tarbiyah IAINU Bangil. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi kurikulum yang telah dilaksanakan sebelumnya sekaligus implementasi Surat Keputusan Dekan Fakultas Tarbiyah tentang Pembentukan Tim Penyusun Kurikulum Program Studi PAI.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Drs. H. Zainul Musta’in, M.Pd., yang menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan proses strategis untuk memastikan lulusan Program Studi PAI memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, serta kebijakan pendidikan tinggi. Beliau juga menekankan bahwa penyusunan kurikulum harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan pengguna lulusan.
Penyusunan draf awal kurikulum dipimpin oleh Ketua Program Studi PAI, Rokim, M.Pd.I., bersama Tim Penyusun Kurikulum yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan. Selain dihadiri oleh seluruh anggota tim dan dosen Program Studi PAI, kegiatan ini juga melibatkan stakeholder, alumni, dan perwakilan mahasiswa. Keterlibatan berbagai pihak tersebut bertujuan untuk memperoleh masukan yang komprehensif mengenai kompetensi lulusan, kebutuhan dunia kerja, perkembangan pendidikan Islam, serta harapan para pengguna lulusan terhadap kualitas alumni Program Studi PAI.
Dalam forum diskusi, peserta membahas berbagai komponen penting penyusunan kurikulum, meliputi peninjauan kembali visi dan misi Program Studi, penyempurnaan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan bahan kajian, penataan struktur kurikulum, distribusi mata kuliah, serta pemetaan hubungan antara CPL dengan mata kuliah. Pembahasan juga diarahkan pada penerapan prinsip Outcome-Based Education (OBE), sehingga setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian kompetensi lulusan.
Stakeholder yang hadir memberikan berbagai masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan oleh guru Pendidikan Agama Islam di era digital, seperti kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, literasi digital, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, serta penguatan karakter Islami dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Alumni menyampaikan pentingnya penguatan keterampilan praktis, pengalaman lapangan, dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika dunia pendidikan. Sementara itu, perwakilan mahasiswa memberikan masukan mengenai relevansi mata kuliah, metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta penguatan kegiatan praktik dan pengalaman belajar berbasis proyek.
Berdasarkan hasil pembahasan, Tim Penyusun Kurikulum menyepakati penyusunan draf awal Kurikulum OBE sebagai dasar untuk memasuki tahapan berikutnya, yaitu uji coba dan perbaikan kurikulum melalui forum akademik yang melibatkan pakar dan pemangku kepentingan. Seluruh masukan yang diperoleh dalam kegiatan ini akan diakomodasi sebagai bahan penyempurnaan sehingga kurikulum yang dihasilkan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan penyusunan draf awal kurikulum ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAINU Bangil menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kurikulum yang berkualitas, partisipatif, dan adaptif. Proses penyusunan yang melibatkan dosen, stakeholder, alumni, dan mahasiswa diharapkan menghasilkan kurikulum yang mampu mencetak lulusan PAI yang profesional, berintegritas, berkarakter Islami, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
DOKUMEN DRAF AWAL KURIKULUM BISA DIAKSES DI LINK INI